Minggu, 08 Desember 2013

Akhir Yang Menyedihkan

    hey guys.. gue punya cerita nih tentang mantan..

     memang si dari sekian banyak manusia, banyak yang bilang mantan itu aib, mantan itu orang yang udah pernah hadir di hati kita, mantan itu adalah orang yang pernah kita sayang, mantan itu sosok orang yang sudah pernah membuat kita bahagia, dll. gini guys setiap orang itu pernah merasakan galau karna mantan, apa lagi kita melihat dengan mata kepala kita sendiri, mantan yang kita sayangi itu jalan sama pacar barunya, rasanya itu nyesek banget ,rasa tuh kayak pengen loncat ke jurang yang ketinggiannya 1000m itu juga kalau ada, ya mau diapain lagi? dia bukan milik kita lagi dan ga ada hubungan apa" lagi dan hanya tuhan lah yang tau jodoh kita selanjutnya itu siapa?

     waktu pun mulai berputar yang tiada hentinya, saat gue merasakan single yang lumayan lama, tiba" pikiran gue entah kenapa bisa berubah ingin mempunyai pasangan, entah itu gue envy dengan teman" gue yang udah punya pasangan, atau gue ingin ada yang merespon gue. ya udah gue berusaha untuk melupakannya, karna punya pasangan itu sangat repot guys..
       SAAT DISEKOLAH, seketika gue ingin ke kantin, tapi gue bingung mau kekantin sama siapa? tiba" ada sosok manusia berciri"kan dari postur tubuh lumayan gendut, wajahnya agak kecoklatan tapi ga terlalu coklat juga si, terus matanya bulat, hidungnya agak mancung dan kalau kemana" pasti ga pernah lepas dari tabnya itu, dan sosok sitampan itu adalah raka, dia melangkah menghampiri gue, dia pun memanggil gue "cilll... mau kemana lu?" dengan nada agak kencang, "mau kekantik ka, kenapa? mau ikut?" jawab gue dengan nada santai, "ya udah ayo" karena kelas kami berada dilantai 3, kami pun turun dengan bersama kebawah. sesampai di dekat lapangan basket, gue memelankan langkah gue, karna gue melihat sosok gadis disebelah kiri gue yang berpostur tubuh biasa aja, hidungnya entah pesek ataupun mancung, maklum melihat dari kejauhan, cantik, tinggi badan sekitar 160-165 cm. dan ternyata si gadis itu pun berjalan kekantin juga. "cilll ayo lama banget si jalannya" sapa raka dengan nada kesal "iya ini udah kenceng ka" dengan nada berbohong "mana ceng? orang lama gitu" nada sewot "ya udah nih gue jalan cepet nih" nada kesal karna udah mengganggu penglihatan gue yang lagi asik gue lihat.
      SESAMPAINYA DIKANTIN, gue pun segera menuju kekantin yang paling pertama, karna disitu yang jualnya mbak" cantik :) segera gue mengambil minum dan sedikit makanan ringan, gue pun segere membayar dan saat gue membalikan tubuh gue, sosok bidadari yang gue lihat dari lapangan itu muncul dihadapan gue, disitu hati gue merasa berbunga", "ehh ketemu lagi?" sapa dari gue yang lagi senang, "iya ka, kaka beli apa?" sapa dengan nada halus, "hmmm cuma beli minum sama sedikit cemilan de" dengan nada bingung, "ohh gitu? ko aku engga dibeliin si?" sambil bercanda, "hehe kalau mau ambil aja" penawaran dari gue untuk ade kelas, "hehe engga ka makasi, aku cuma bercanda ko" sambil tersenyum, "hmm gitu? emangnya abis beli apa de?" penuh pertanyaan dari gue, "beli pulpen ka" kembali dengan nada lembut, "ohhh.. ywdh jalan kekelasnya bareng yu?" pinta gue untuk ade kelas gue, "hmmm boleh" sambil tersenyum. kita berdua pun berjalan bersama, padahal gue belum kenal dengan ade kelas gue itu "ohh iya de kita belum kenalan? namanya siapa?" pertanyaan dari gue, "oh iya ka, nama aku jessica" sambil mengeluarkan senyuman, "ohh jessica? nama yang cantik, sama seperti orangnya, nama kaka, ka acil" gombalan dari gue, "ah kaka bisa aja, ohh ka acil?" nada malu, sesampainya di dekat lobi kita berdua berpisah, karna kelas kita berbeda, kalau dia dilantai satu, kalau gue dilantai tiga, "daaahh de, sampai ketemu nanti lagi ya" nada rendah, "iyaa ka, makasi ya udah mau nemenin aku sampai deket kelas" nada penuh senyuman, "iya de sama-sama, byeeee" sambil cemberut, "byeeee" penuh senyum. tak sadar kalau gue itu ninggalin raka dikantin, karna gue keasikan jalan bareng sama jessica, ya udah gue melanjutkan perjalanan gue kekelas.
       SESAMPAINYA DIKELAS, gue pun menarik nafas panjang karna kelelahan naik kelantai 3, tiba' raka datang lalu marah" ke gue, karna udah ninggalin dia, "bagusss ya, mentang" udah punya lobian baru, gue ditinggalin, bagusssss cillll" nada kesel sambil bercanda, "hehe pisss" nada penuh kata maaf, raka pun segera duduk dibangku sebelah gue yang berada diposisi sebelah kanan, paling pojok, perkiraan gue pun benar, pasti raka langsung mainin tab kesayangannya itu, dan raka pun dengan cepat pasti melupakan kejadian tadi. karena raka asik dengan tabnya ya udah gue bengonong aja sambil memikirkan jessica :D
     BEL PULANG PUN BERBUNYI, gue pun segera turun kebawah dan berdoa supaya ketemu dengan jessica lagi, dan ternyata doa gue pun terkabul, saat gue melewati depan kelasnya, gue bertemu lagi dengan jessica, gue pun membranikan diri untuk memanggilnya, demi mendapatkan nomer hpnya, "hayy de boleh minta waktunya ga sebentar?" tanya gue untuk jessica, "hmm boleh ko ka" sambil melangkah ke gue, "deee, kaka boleh minta nomer hpnya ga? penuh harapan, "hmm boleh ka, nihh nomer aku 089667129XXX" sambil memegang handphonenya, "oke kaka save ya" nada gembira, "oke kak" sambil tersenyum, "ywdh kaka duluan ya" penuh senyuman untuk dirinya, "iya ka, hati-hati ya kak" nada perhatian, "iya deee, byeee" sambil melambai kan tangan, "byeee" ikut melambaikan tangannya juga.
     PENDEKATAN GUE, gue sama jessica pun udah mulai semakin dekat, dan ga gue sadari jessica pun sering memberi kode ke gue, tapi gue itu paling engga pekaan orangnya. gue pun udah ga sabar untuk mendapatkan hatinya jessica, tepatnya pada tanggal 6 november 2013 pas pulang sekolah, gue menyatakan cinta gue ke jessica di kelasnya dia, tak lama kemudian gue pun berkata "kita udah kenal terlalu lama, dan sepertinya hati ini akan bersatu, apa kah ade mau jadi pacar kaka" nada gue yang penuh kepanikan, "hmmmm gimana ya ka?" sambil termenung, "gimana apanya?" sambil cemberut, "maaf kaaa aku ga bisa" cemberut yang penuh tanda tanya, "ohh ga bisa ya? cemberut dasyat "ga bisa nolak cinta kaka" tersenyum lebar, "AAAAAAAAAAAAAAAA" gembira yang amat dasyat, "hehe ya udah ka, ehh cill aku pulang dulu ya" nada halus darinya, "iya jess hati-hati ya" penuh perhatian dari gue "iya cill, kamu juga hati-hati ya pulangnya" kata perhatian untuk gue dari jessica. tak terasa udah seminggu gue menjalan kan hubungan ini, dan hubungan kita berjalan dengan baik, namun begitu sudah melewati seminggu lewat enam hari hubungan kita mulai tak langgeng, entah karna apa yang membuat gue bingung, sampai akhirnya hubungan kita berakhir pada tanggal 19 november 2013 </3 :'(, hubungan kita berjalan cuma seminggu enam hari, sungguh menyedihkan, gue kira hubungan gue akan berjalan lebih lama dari yang gue kira, ternyata semua itu nihil. padahal gue bener" serius untuk menjalani hubungan itu, dan penuh pengorbanan untuk mendapatkan jessica, tapi takdir yang tidak merestui hubungan kita. 2 hari gue merasakan galau karna ditinggal oleh jessica, 2 hari gue ga konsen belajar, 2 hari gue ga mood makan, 2 hari gue mengingat masa lalu bersama jessi. padahal ada hal yang ga bisa gue lupakan saat bersama jessica, padaa saat pertama kali gue menggenggam tangannya dirumah ana, ana itu temen sekelasnya jessica, terus pada saat gue ujan-ujanan pas mau nganter dia pulang, dan yang keterakhir, gue mencium pipi dia saat gue beranjak mau pulang. cuma sebatas cium pipi aja loh, ga lebih , jangan berfikir yang macem" ya, karna gue bukan tipe cwo yang bejat. itu kenangan yang ga bisa gue lupakan saat berpacaran sama dia, hikksss sungguh menyedihkan, haduhh jadi flashback kan gue kalau nyeritain tentang ini. maaf ya guyss kalau cerita gue ada yang ga nyambung :)

                                                                     TAMAT

Pesan Moral: jangan pernah mengharapkan yang sempurna dari seorang kekasih, karna kesempurnaan hanyalah milik tuhan, dan bagi gue mantan itu adalah orang yang paling terbaik karna tanpa kehadiran dia, hidup tarasa sepi dan gelap itu bagi remaja jaman sekarang, dan satu lagi hanya takdir yang tau jodoh kita itu siapa, jadi jangan sok tau tentang jodoh kita.